“Makna Pahlawan dan Siapa Pahlawan Hidup-mu” Pahlawan adalah orang yang menonjol karena pengorbanan dan keberaniannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Kata "pahlawan" berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (pala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, agama, komunitas atau seseorang. Makna pahlawan sudah kian meluas. Ada pahlawan tanpa tanda jasa biasanya dilekatkan pada mereka yang kurang mendapatkan penghargaan atau penghormatan dari pemerintah; pahlawan devisa dilekatkan pada mereka yang bisa mendatangkan dana tertentu dan pahlawan-pahlawan dalam bidang lainnya. Adakah pahlawan dalam hidup mu? Tentu saja ada..!! mungkin dia orang tua, saudara, atau seseorang yang kamu anggap sangat berjasa dalam hidup kamu, bahkan hewan juga sering menjadi pahlawan penyelamat seperti yang kita saksikan di film-film. Masing-masing orang tentunya berbeda arti kepahlawanan dalam kehidupannya. Lalu siapa pahlawanmu dan mengapa dia pahlawanmu. Bagiku pahlawan dalam hidup adalah Ayah (Yusman Marzuki) dan Ibu (Mariyam) ku. Kami keluarga sederhana kadang lebih, kadang kurang tapi kami anak-anak dalam keluarga kami sekolah adalah hal utama dalam hidup walaupun khawatir patah tengah ayah selalu meyakinkan kami untuk tetap kuliah “Ada saja nanti rejeki, tidak usah khawatir terkendala ekonomi, Insya Allah dan Allah sudah menjanjikan ada saja rejeki yang tidak kita duga, penting kalian tidak main-main” Ama selalu mengatakan itu ketika melihat kami khawatir melihat keadaan ekonomi keluarga. Saya rasa itu terbukti sampai sekarang kami masih bisa kuliah. Ayah adalah sosok insfirator dalam hidup saya, dulu ketika saya masih kuliah S-1 stress adalah penyakit yang telah menjadi dilema bagi mahasiswa yang lama tamat siapapun dia. Begitu juga dengan saya yang baru menyelesaikan kuliah hampir selama tujuh tahun. Tertekan mental karena teman-teman seangkatan sudah berkurang karena banyak yang sudah selesai, teringat beban orang tua yang tidak habis-habisnya juga kiriman yang makin lama semakin berkurang. Apa yang menjadi masalah saya begitu lama baru selesai kuliah?? Saya pikir itu hanya pilihan saja, beberapa faktor penyebabnya antara lain mungkin karena saya memiliki kesibukankan di mana-mana. Karena ekonomi keluarga yang pas-pasan saya mencoba bermacam bisnis, juga keasikan aktiv di beberapa organisasi komunitas. Saat dikampung halaman hal yang menjadi beban adalah kekhawatiran adanya pertanyaan “Kapan selesai kuliah mu nak?” tapi itu tidak pernah terdengar dari mulut Ama-ku yang “super hero…:-) ” sepertinya Ama mengetahui kekhawatiran dalam bathinku. Kalau ada diskusi yang mengarah kekuliah Ama biasanya hanya membawanya dalam bentuk perbandingan, “nggak usah di kejar nak, belajar itu sama seperti mencangkul di kebun juga. Kalau kamu kebut kamu bakalan bosan dan cepat lelah, begitu juga dengan belajar, jangan karena pingin cepat tamat kuliah jadi menyiksa diri, santai aja penting tidak maen-maen” begitu kata Ama, sangat berbeda dengan apa yang ku bayangkan. Suatu hari Ayahku jatuh sakit karena kecelakaan sampai koma selama empat hari hingga harus di larikan kerumah sakit di Bandung. Akhirnya semua simpanan keluarga habis untuk berobat di tambah dengan hutang pada beberapa orang saudara. Bisnis yang selama ini saya bina juga saya tutup, modalnya saya habiskan untuk pengobatan Ayah agar cepat sembuh. Alhamdulillah dengan izin Allah dan dengan segala usaha dan bantuan dari semua pihak akhirnya Ama berangsur-angsur sembuh. Bulan-bulan berikutnya keluarga kami pelan-pelan memperbaiki keadaan perekonomian kembali. Ayah untuk sementara tidak di izinkan bekerja karena masih dalam tahap theraphy. Saya khawatir akan menjadi beban keluarga dan tidak dapat menyelesaikan kuliah, saya memutuskan untuk utarakan ke Ibu untuk non-aktiv dari kuliah selama satu semester untuk bisa membantu memperbaiki perekonomian keluarga. Ibu dengan tegas mengatakan tidak mengijinkan bila saya non-aktiv dari kuliah, akhirnya dengan tekat bulat saya “Back to Campus”, begitulah ine mendukung saat semangat saya mengendor sehingga semua perjuangan saya masih berjalan sampai sekarang. Ayah dan Ibu adalah pahlawan dalam hidup saya, pahlawan yang telah membesarkan, mendidik dan meyemangati perjuangan saya. Terima kasih Ayah, terima kasih Ibu kalian pahlawan dalam hidup ku. Hari ini tanggal 10 November 2010 adalah hari Pahlawan yang di peringati oleh Negara kita, selamat hari pahlawan, semoga tetap sehat para pahlawan kita dan pahlawan-pahlawan yang selalu ada di hati kita dan pahlawan yang telah membela Negara kita. Semoga Allah melapangkan pahlawan yang telah wafat dari siksa'an-Nya, Amiin…
0 komentar:
Posting Komentar